Pelajari
Mengapa burger menyusut saat dimasak?
Patty burger menyusut karena panas mengeluarkan air dan lemak yang meleleh sekaligus mengencangkan proteinnya; berat patty bisa berkurang seperempat atau lebih dari berat awalnya (dibuka di tab baru). Roti burger lebarnya sekitar 10 cm (3.9 in), jadi patty mentah yang lebarnya tepat sama bisa menyusut saat dimasak hingga lebih kecil daripada rotinya.
Mengapa patty berkurang beratnya setelah dimasak
Roti memberi patokan praktis: patty yang sudah matang sebaiknya menutupi permukaan roti, bukan sekadar sama besar dengan bentuk daging mentahnya. Saat dipanaskan, air dan lemak keluar dari patty, sementara bentuknya juga berubah. Lingkaran patty mentah yang tampak pas di samping roti bisa berakhir dengan bagian roti yang terlihat di sekeliling tepinya.
Banyaknya penyusutan berbeda-beda, bergantung pada jenis daging, ketebalan patty, dan panas permukaan masak. Patty yang lebih tebal dan permukaan yang lebih panas memengaruhi banyaknya cairan yang keluar dari daging. Karena itulah roti berguna sebagai patokan, tetapi tidak menjamin lebar patty mentah yang tepat.
Ke mana perginya berat yang hilang
Daging sapi giling mengandung air dan lemak. Saat dipanaskan, sebagian air keluar sebagai uap dan sebagian lagi mengalir keluar sebagai cairan (dibuka di tab baru). Uap menyebar ke udara; cairan bisa terkumpul di wajan atau menetes melalui panggangan. Keduanya sudah keluar dari patty, meskipun cairannya masih berada di samping patty.
Lemak dalam daging juga meleleh saat menghangat dan bisa mengalir ke wajan atau ke panggangan. Tetesan itu mengandung bahan yang sebelumnya merupakan bagian dari patty mentah. Banyaknya yang tertinggal bergantung pada daging dan cara memasaknya, jadi berat patty mentah saja tidak memberi tahu ukuran akhirnya.
Bagaimana panas menarik patty ke dalam
Panas mengubah protein dalam daging sehingga mengencang dan berkontraksi. Saat serat otot mengencang, serat itu memeras sebagian air dan lemak yang dikandungnya. Tarikan ke dalam ini menarik tepi patty ke arah tengah, sementara kelembapan dan lemak yang meleleh keluar.
Daging sapi giling terdiri atas potongan-potongan kecil daging, bukan satu lembar utuh. Saat potongan-potongan itu dipanaskan dan mengencang, semuanya saling menekan dan membentuk patty yang lebih padat. Burger yang sudah matang terasa lebih padat daripada cakram mentah yang lunak, sementara bentuk luarnya menyusut ke arah dalam.
Tepinya bisa tertarik ke dalam sementara bagian tengahnya naik, sehingga bentuknya menjadi lebih sempit dan menggembung (dibuka di tab baru). Berat yang hilang dari patty tidak berarti lebarnya berkurang dengan persentase yang sama: air dan lemak bisa keluar tanpa membuat seluruh bagian tepinya bergerak ke dalam dengan jarak yang sama. Itulah sebabnya patty yang menyusut juga bisa lebih tinggi di bagian tengah.
Cara membentuk patty agar pas dengan rotinya
Bentuk patty mentah lebih lebar daripada roti agar ada ruang untuk menyusut saat dimasak. Ratakan tepinya, lalu tekan cekungan dangkal di bagian tengah. Cekungan ini membantu mengurangi penggembungan saat daging mengencang (dibuka di tab baru), sehingga burger matang lebih rata dan lebih mudah dipasangkan dengan rotinya.
Tomat berukuran sedang memiliki lebar 7 cm (2.8 in). Diameter tomat yang 7 cm itu lebih kecil daripada diameter roti yang 10 cm. Perbedaan yang terlihat ini memberi patokan yang mudah dikenali untuk memperkirakan lebar; yang perlu ditutupi patty setelah matang adalah tepi roti, bukan tepi tomat.
Untuk mengeceknya langsung saat membentuk patty, letakkan patty mentah di samping roti pada permukaan yang bersih, lalu bandingkan bentuknya dari atas. Pastikan daging melebar melewati tepi roti di semua sisi, bukan sejajar dengan tepinya. Pisahkan daging sapi mentah dari roti, lalu masak patty sebelum meletakkannya di atas roti.
Setelah matang, letakkan patty di atas roti dan periksa sekeliling tepinya. Jika roti terlihat di semua sisi, buat patty mentah berikutnya sedikit lebih lebar; jika daging menjulur jauh melewati roti, buat patty berikutnya lebih sempit. Cara ini menggunakan roti yang memang akan disajikan, alih-alih mengandalkan ukuran tambahan yang sama untuk setiap patty dan wajan.
Cekungan dan lebar tambahan mengatasi dua masalah yang berbeda: tepi yang lebih lebar membantu menutupi roti, sedangkan cekungan di tengah membantu mencegah bagian tengah menggembung. Untuk penanganan yang aman dan memastikan kematangan, lihat panduan keamanan USDA untuk daging sapi giling (dibuka di tab baru). Nilai ukuran patty berdasarkan diameter roti 10 cm setelah dimasak, bukan saat daging masih mentah.
Ukuran terkait
Hal-hal yang dibahas di artikel ini beserta ukurannya.
Sumber
- U.S. Department of Agriculture, Food Safety and Inspection Service: Ground Beef and Food Safety (dibuka di tab baru) fsis.usda.gov
- Encyclopaedia Britannica — Tomato; USDA FoodData Central — Tomatoes, red, ripe, raw
- USDA Agricultural Research Service — Table of Cooking Yields for Meat and Poultry (dibuka di tab baru) ars.usda.gov
- America's Test Kitchen — Your Burgers Need a Meat Dimple (dibuka di tab baru) americastestkitchen.com
