Pelajari
Berapa banyak biji dalam buah delima—benarkah jumlahnya 613?
Buah delima tidak selalu memiliki tepat 613 biji; jumlahnya bisa berkisar dari beberapa ratus hingga jauh di atas seribu (dibuka di tab baru). Buah delima utuh yang umum lebarnya sekitar 10 cm (3.9 in).
Mengapa angka 613 biji disebut-sebut
Klaim 613 biji mengaitkan buah ini dengan 613 perintah yang dihitung dalam tradisi Yahudi (dibuka di tab baru). Pembahasan Jewish Action tentang klaim jumlah biji (dibuka di tab baru) menjelaskan kaitan tersebut. Angka itu memberi makna yang mudah diingat, tetapi bukan aturan biologis bagi buah delima yang Anda pegang.
Di balik kulitnya yang tebal dan liat terdapat ratusan selubung berair yang disebut aril. Panduan buah delima dari University of Florida (dibuka di tab baru) menjelaskan bahwa aril yang dapat dimakan mengandung biji. Dengan lebar 10 cm, buah delima membentang sekitar selebar 4.2 koin besar.
Apa yang dimaksud dengan biji delima?
Bagian merah dan berair itu adalah aril; bijinya berada di dalam selubung berdaging tersebut. Dalam percakapan sehari-hari, orang sering menyebut aril sebagai “biji”. Menghitung biji secara ketat berarti menghitung bijinya saja, bukan menganggap setiap bagian merah yang terlihat sebagai biji. Panduan penyuluhan University of Florida (dibuka di tab baru) menjelaskan bahwa buah ini memiliki banyak biji yang dikelilingi daging buah berair yang dapat dimakan, yang disebut aril.
Perbedaan ini penting saat membandingkan jumlah. Hitungan aril mencatat bagian yang dapat dimakan, sedangkan hitungan biji mencatat apa yang ada di dalamnya. Tentukan apa yang akan dihitung sebelum mulai, dan gunakan satuan yang sama dari bagian pertama hingga terakhir. Jika Anda menghitung aril untuk resep, sebut hasilnya sebagai jumlah aril, bukan jumlah biji.
Buah delima termasuk dalam kelompok buah-buahan dan kacang-kacangan, tetapi bagian yang dapat dimakannya tersusun berbeda dari daging buah jeruk yang sudah dikenal. Aril berada di dalam ruang-ruang yang dipisahkan oleh selaput pucat. Pembagian alami ini memberi cara praktis untuk mengambil sampel tanpa mencampuradukkan kulit luar buah, selubung berair, dan biji di dalamnya.
Cara memperkirakan jumlah biji
Untuk memperkirakan jumlah biji, buka buah dan keluarkan aril dari salah satu ruang. Pisahkan biji dari aril dalam sampel itu, lalu hitung bijinya saja. Kemudian bandingkan sampel dengan seluruh aril buah: perkirakan berapa bagian dari total aril yang berasal dari area sampel, lalu sesuaikan jumlah biji yang dihitung berdasarkan bagian tersebut. Kiat memperkirakan menggunakan pola praktis yang sama: hitung sampel yang mudah dikelola, lalu perkirakan jumlah keseluruhannya.
Satu ruang mungkin lebih penuh atau lebih kosong daripada bagian di sekitarnya, jadi jangan menganggap ukurannya saja sebagai panduan yang sempurna. Sebarkan aril dari sampel di samping aril yang tersisa, lalu perkirakan porsi sampel dari seluruh tumpukan. Jika aril tersebar tidak merata, ambil sampel dari beberapa bagian buah. Sampel yang dikumpulkan dari berbagai bagian buah memberi gambaran yang lebih representatif daripada satu kantong yang sangat penuh.
Pastikan hitungan dan perkiraan menggunakan satuan yang sama. Jika Anda menghitung biji dalam sampel, perkirakan jumlah biji total; jika Anda menghitung aril, perkirakan jumlah aril total. Jangan mengubah hitungan aril menjadi jumlah biji tanpa memeriksa biji di dalamnya. Untuk mendapatkan jumlah pasti, bukan perkiraan, pisahkan dan hitung biji dari semua aril. Kumpulkan biji dalam mangkuk agar tidak tercampur kembali dengan bagian buah yang belum dihitung.
Bagian luar buah memberi gambaran ukurannya, bukan jumlah bijinya. Satu buah jeruk utuh lebarnya sekitar 8 cm (3.1 in), sedangkan satu buah tomat ukuran sedang lebarnya sekitar 7 cm (2.8 in). Ukuran keduanya membantu memberi konteks bagi buah delima, tetapi bijinya baru bisa dihitung setelah buah dibuka.
Bagaimana ukuran buah membantu memperkirakan jumlah biji
Buah delima yang lebih besar umumnya memiliki lebih banyak ruang untuk menampung aril (dibuka di tab baru), sehingga ukurannya menjadi petunjuk awal yang lebih baik daripada angka tetap seperti 613. Ini hanya panduan umum, bukan rumus untuk mengubah lebar buah menjadi jumlah biji. Ruang-ruang dalam buah, kepenuhan aril, dan biji di dalamnya semuanya memengaruhi jumlah akhir.
Panduan produksi buah delima dari University of Georgia (dibuka di tab baru) membahas cara buah ini dibudidayakan. Varietas dan kondisi pertumbuhan memengaruhi buah yang dihasilkan, jadi perkiraan berdasarkan ukuran paling berguna saat Anda membandingkan buah dengan ukuran serupa dan menggunakan satuan hitung yang sama. Buah yang lebih besar bisa mengisyaratkan jumlah yang lebih banyak; membuka dan mengambil sampelnya membuat perkiraan itu spesifik untuk buah delima tersebut.
Gunakan 613 sebagai tebakan awal yang mudah diingat, bukan jumlah yang harus dicapai setiap buah. Ambil sampel aril, hitung biji di dalamnya, lalu sesuaikan hitungan itu dengan bagian yang Anda sampel. Semangkuk biji dari buah yang Anda pegang memberi perkiraan yang lebih berguna daripada legenda.
Ukuran terkait
Hal-hal yang dibahas di artikel ini beserta ukurannya.
Sumber
- Jewish Action: What’s the Truth about . . . Pomegranate Seeds? (dibuka di tab baru) jewishaction.com
- University of Florida IFAS Gardening Solutions: Pomegranates (dibuka di tab baru) gardeningsolutions.ifas.ufl.edu
- University of Florida IFAS Extension: HS44/MG056: The Pomegranate (dibuka di tab baru) ask.ifas.ufl.edu
- University of Georgia Cooperative Extension: Pomegranate Production (dibuka di tab baru) fieldreport.caes.uga.edu
- Encyclopaedia Britannica, “Pomegranate”; USDA FoodData Central, “Pomegranates, raw”
- Encyclopaedia Britannica — Tomato; USDA FoodData Central — Tomatoes, red, ripe, raw
- Encyclopaedia Britannica — Orange; USDA FoodData Central — Oranges, raw
- Chabad.org: The 613 Commandments (Mitzvot) (dibuka di tab baru) chabad.org
- HortScience (American Society for Horticultural Science): Wetzstein, Zhang, Ravid & Wetzstein, “Characterization of Attributes Related to Fruit Size in Pomegranate,” HortScience 46(6):908–912 (2011) (dibuka di tab baru) journals.ashs.org
