Pelajari
Bagaimana memperkirakan jumlah jelly bean dalam stoples?
Stoples berkapasitas sekitar 1,180 cm³ dan berisi permen dengan volume rata-rata 0.8 cm³ masing-masing dapat menampung kira-kira 1,000 jelly bean setelah memperhitungkan celah. Perkirakan jumlahnya dengan membagi volume stoples yang terisi dengan volume rata-rata satu permen, lalu kalikan dengan sekitar dua pertiga (dibuka di tab baru).
Perbedaan kecil pada ukuran permen berpengaruh saat memperkirakan isi seluruh stoples. Sebuah blueberry lebarnya sekitar 1.5 cm (0.59 in), menurut tinjauan blueberry semak tinggi dari U.S. Forest Service (dibuka di tab baru). Sebutir kacang arab kering lebarnya 8 mm (0.31 in), sebagaimana dijelaskan dalam tinjauan biologi kacang arab (dibuka di tab baru). Sebutir biji kopi sangrai panjangnya sekitar 9 mm (0.35 in). Panjangnya sekitar 1.5 kali panjang sebutir beras. Bahan pangan ini hanya menjadi patokan ukuran, bukan pengganti jelly bean: bentuknya berbeda, sehingga volumenya juga berbeda.
Ukur ruang yang benar-benar diisi permen
Ukur dimensi bagian dalam stoples, bukan bagian luarnya, dan ukur hanya sampai batas permennya. Ruang kosong di atas permen tidak dihitung. Untuk stoples berbentuk silinder, kalikan π dengan kuadrat jari-jari bagian dalam, lalu kalikan dengan tinggi isian.
Sebagai contoh perhitungan, bayangkan sebuah stoples dengan diameter bagian dalam 10 cm dan permen yang terisi hingga ketinggian 15 cm. Jari-jarinya 5 cm, sehingga volumenya sekitar 1,180 cm³, atau 1.18 L. Ini adalah ruang yang ditempati oleh permen dan udara di antaranya, bukan volume permennya saja.
Untuk stoples berbentuk persegi panjang, kalikan panjang bagian dalam dengan lebarnya, lalu kalikan dengan tinggi isian permen. Untuk stoples dengan bahu yang miring atau leher yang sempit, perkirakan volume per bagian, misalnya bagian berdinding lurus dan bagian yang meruncing, lalu jumlahkan. Cara ini menghasilkan perkiraan yang lebih baik daripada menganggap seluruh stoples berbentuk silinder.
Perkirakan volume satu jelly bean
Panjang saja tidak cukup untuk mengetahui berapa banyak permen yang muat. Volume permen mencakup ketebalannya, selain panjang dan lebarnya. Sebagai model perkiraan, bayangkan permen menyerupai elipsoid dengan panjang sekitar 2 cm, lebar 1 cm, dan tebal 0.8 cm. Volumenya kira-kira 0.8 cm³. Ujungnya yang membulat berpengaruh: mengalikan panjang, lebar, dan tebal seolah-olah permen itu berbentuk kotak akan membuat volumenya tampak lebih besar daripada sebenarnya.
Anda bisa mengganti perkiraan visual ini dengan pengukuran melalui perpindahan air. Gunakan wadah ukur berskala yang sempit dan sampel permen yang dipilih dari berbagai bagian kantong. Catat permukaan air awal, masukkan sampel yang jumlahnya sudah dihitung hingga terendam, lalu segera baca permukaan air yang baru. Air dapat melunakkan lapisan gula, jadi jangan biarkan permen terendam lama di dalam wadah.
Misalnya, jika permukaan air naik dari 100 mL menjadi 116 mL, sampel tersebut memindahkan 16 mL air. Bagi kenaikan itu dengan jumlah sampel, yaitu 20 permen: rata-ratanya 0.8 mL per permen, atau 0.8 cm³. Mililiter dan sentimeter kubik adalah satuan yang setara (dibuka di tab baru). Hasil ini merata-ratakan bentuk dan ketebalan sampel yang sebenarnya, alih-alih mengandalkan seberapa besar tampilan sebuah permen. Gunakan nilai rata-rata hasil pengukuran ini sebagai pengganti angka ilustratif 0.8 cm³ saat menghitung isi stoples Anda.
Koreksi untuk ruang kosong di antara permen
Membagi volume stoples dengan volume satu permen mengasumsikan bahwa permen memenuhi seluruh bagian stoples. Permen yang dituangkan akan saling berhimpitan, tetapi sisi-sisinya yang membulat menyisakan celah yang terlalu kecil untuk dimasuki permen lain. Kalikan jumlah awal dengan sekitar dua pertiga (dibuka di tab baru), dengan memperhitungkan bahwa kira-kira sepertiga ruang yang terisi merupakan udara.
Dalam tumpukan berukuran 100 cm³, sekitar 67 cm³ berupa permen dan sekitar 33 cm³ berupa celah. Bentuk permen dan cara mengisi stoples memengaruhi seberapa rapat permen tersusun, jadi dua pertiga adalah perkiraan praktis, bukan aturan tetap untuk setiap stoples.
Terapkan koreksinya
Gunakan volume stoples contoh, yaitu 1,180 cm³, dan perkiraan volume permen sebesar 0.8 cm³. Hasil pembagiannya sekitar 1,475 permen sebelum memperhitungkan celah. Kalikan jumlah awal itu dengan dua pertiga, sehingga hasilnya sekitar 980 permen. Bulatkan hasilnya menjadi kira-kira 1,000 jelly bean, bukan seolah-olah perhitungan ini dapat menghasilkan jumlah yang pasti.
Stoples 1.18 L setara dengan 1,180 cm³, yaitu volume yang digunakan dalam contoh. Pastikan kedua ukuran menggunakan satuan yang sama: bagi sentimeter kubik dengan sentimeter kubik, atau mililiter dengan mililiter. Mencampur liter dan sentimeter kubik dapat membuat hasilnya meleset jauh.
Sesuaikan perkiraan dengan stoples yang ada di hadapan Anda
Ukur tinggi isian yang sebenarnya, bukan tinggi seluruh stoples. Jika permukaan permen tidak rata, perkirakan ketinggian rata-ratanya, bukan mengukur sampai permen yang paling tinggi. Lalu, gunakan dimensi bagian dalam stoples yang sebenarnya dan volume rata-rata sampel Anda dalam perhitungan.
Untuk mengetahui cara lain membuat perkiraan dalam kehidupan sehari-hari, lihat kiat-kiat memperkirakan. Setiap celah yang tersisa di antara permen merupakan bagian dari ruang stoples yang harus diperhitungkan dalam perkiraan Anda.
Ukuran terkait
Hal-hal yang dibahas di artikel ini beserta ukurannya.
Sumber
- USDA Forest Service Research and Development: Vaccinium corymbosum, highbush blueberry (dibuka di tab baru) research.fs.usda.gov
- National Center for Biotechnology Information (PMC): Chickpea (Cicer arietinum L.) Biology and Biotechnology: From Domestication to Biofortification and Biopharming (dibuka di tab baru) pmc.ncbi.nlm.nih.gov
- National Coffee Association, “The Coffee Plant”; Encyclopaedia Britannica, “Coffee”
- Wolfram MathWorld: Random Close Packing (dibuka di tab baru) mathworld.wolfram.com
- NIST Office of Weights and Measures: SI Units — Volume (dibuka di tab baru) nist.gov
